Posts

Showing posts with the label Hafshah

Mengajari Anak Balita Gosok Gigi

Image
Bismillahirrahmanirrahim Jadi, gara-gara belajar holistik, aku jadi sangat menghindari produk pabrikan. Ga hanya makanan tetapi juga produk perawatan tubuh. Sejak 3 tahun yang lalu, kami ga beli sabun karena bikin sabun sendiri. Masalahnya adalah: bagaimana dengan pasta gigi? Apakah kami harus bikin sendiri juga? Hafshah ketika pertama kali tumbuh gigi di usia 5.5 bulan Cukup lama kami menemukan jawaban dari masalah ini. Sampai pada akhirnya kami masuk ke fase harus mengenalkan Hafshah gosok gigi karena sudah saatnya. Jadi, sebenarnya saat Hafshah mulai tumbuh gigi, aku sangat jarang menyikat giginya dengan detail. Aku hanya menggunakan sikat dari silikon yang dipasnag di jari untuk membersihkan sekedarnya saja. Mengapa demikian? Karena setelah belajar, aku yakin tanpa dibersihkan secara detail pun giginya akan bersih karena makananya yang biidznillah terjaga. Namun, karena semakin besar dia juga kenal makanan lain selain real food dan terkadnag kami tidak berhasil membendungnya, suda...

Ruang Aman bagi Emosi Hafshah

Image
Bismillahirrahmanirrahim Hai blog! Sudah menjelang pukul 12 malam di sini dan aku tidak bisa tidur. Akhir-akhir ini aku sedang mengalami fase yang begitu rumit di pikiranku sehingga aku ingin menumpahkan sebagiannya ke sini. Kalau kamu ingat, aku pernah cerita bahwa aku pernah menangis di hadapan suamiku karena merasa tidak menjadi apa-apa yang pernah aku ceritakan  di sini , di satu sisi aku memang sedih karena jalan cerita hidupku belum seperti yang aku inginkan, tetapi di sisi lain aku bangga karena aku bisa mengenali emosiku, membahas traumaku, dan tidak menghakimi perasaan yang muncul dari kejadian yang aku alami. Berusaha melakukan yang terbaik untuk tumbuh kembang Hafshah Pagi ini pun aku sedang mengalami duka yang sama. Kembali teringat bahwa aku belum bisa S2 LN seperti yang aku inginkan padahal aku punya potenisnya. Kembali menangis ketika menyadari bahwa aku saatini bukan siapa-siapa dibanding teman-temanku yang lain. Namun, aku harus bersyukur punya suami yang mau mend...

Toilet Training: Pengaruh Buku Bacaan

Image
Bismillahirrahmanirrahim Halo, kembali lagi di edisi Toilet Training. Jadi, setelah sebelumnya Hafshah bisa mengatakan "Hafshah mau pup" di tanggal 20 Juni 2026 sebagaimana telah aku ceritakan  di sini,  kali ini aku ingin bercerita tentang hal lain yang kami usahakan untuk proses toilet training ini. Saat tulisan ini aku buat, Alhamdulillah semua rekaman kelas sudah aku dengarkan dan ternyata toilter training itu memang sekompleks itu. Aku jadi paham bahwa memang alur yang benar adalah anak disapih dulu baru kemudian toilter training.  Mengapa? Karena dalam proses penyapihan anak akan belajar bahwa dirinya beda individu dengan ibunya yang kemudian dia belajar punya otonomi. Toilet training mau tidak mau membutuhkan kesadaran anak bahwa dirinya kebelet. Kesadaran inilah yang butuh dibangun agar anak bisa memahami apa yang terjadi di dirinya dan kemudian mengkomunikasikan ke orang tuanya agar membawanya ke kamar mandi. Hafshah tidur di gendongan Panas + bayar hutang puasa...

Toilet Training: Akhirnya di Fase Ini Juga

Image
Bismillahirrahmanirrahim Hai blog, long time no see . Jujur, rasanya waktu 24 sehari itu kurang karena banyaknya urusan yang aku lakukan. Mulai dari mengurus anak dan suami, belajar S2, sampai urusan dagang. Sampai-sampai aku sudah jarang sekali cerita di sini. Padahal cerita di sini adalah cara bagiku untuk jujur dengan segala proses kehidupan yang aku lalui. Dan kali ini, aku ingin bercerita jujur tentang Toilet Training yang sedang kami mulai. Bermain sepeda: Koordinasi Bilateral Hafshah saat ini berusia 29 bulan. Sejak sekitar 3 bulan yang lalu, yaitu seingatku sekitar Ramadhan dan Syawwal, Alhamdulillah Hafshah sudah lancar berbicara. Sudah bisa cerita dengan jelas dan mengutarakan maksud hati/pikirannya. Kala itu juga, Hafshah beberapa kali mengatakan "Hafshah mau pipis" yang artinya sebenarnya Hafshah siap untuk mulai toilet training. Waw, secepat itukah? Sayangnya, aku kala itu tidak siap. Aku tidak siap secara mental untuk mengurus drama mengompol atau najis dimana-...

Tema Doa di Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim Sama seperti tahun lalu, sebelum Ramadhan pergi, aku ingin menuliskan kisah di sini untuk aku simpan memorinya dan aku baca lagi suatu hari nanti. Ramadhan selalu punya arti tersendiri di hati. Tahun ini, setelah dua tahun absen puasa Ramadhan, Alhamdulillah aku kembali ikut puasa karena sudah tidak menyusui. Alhamdulillah mayoritas kondisi aku tidak lapar, tidak haus, dan bisa beraktivitas normal, salah satunya mungkin karena sebelum Ramadhan datang aku sudah latihan puasa 31 hari dengan membayar hutang puasaku. Mengingat hutang puasaku ada 60 hari dan mumpung aku saat itu belum haid, aku mencoba memaksimalkan diri untuk membayar hutang puasa agar tidak semakin menumpuk di belakang. --- Kali ini aku ingin menulis tentang tema doa di Ramadhan. Jujur, aku adalah orang yang menulis list doa Ramadhan sejak jaman kuliah, entah sejak 2016 atau 2017. Namun, setelah aku perhatikan, ternyata tiap tahun aku punya tema doa yang aku ulang-ulang selalu dan mayoritas Allah...

Cerita Penyapihan Hari Kelima dan Keenam: Final Chapter

Image
Bismillahirrahmanirrahim Nampaknya susu etawa yang aku ceritakan di  postingan sebelumnya  adalah salah satu solusi dari murungnya Hafshah di hari-hari penyapihan ini. Di hari kelima, dia bangun dan antusias minta minum susu tersebut. Sejenak bisa bernafas lega karena kami seperti mendapat solusi yang semoga setelah ini masa-masa krisis ini berakhir. Namun, ternyata ujian ini belum selesai. Hafshah kembali panas badannya seperti di hari pertama penyapihan. Tidak sepanas kala itu tetapi dari tanda-tandanya dia memang sakit. Di hari sebelumnya dia memang batuk-batuk, dan hari ini tubuhnya hangat serta hidungnya mulai mbeler. Hari sebelumnya sudah aku beri wedang jahe, tetapi qadarullah sepertinya gejala lain malah muncul. Bawa bekal biar hemat I just wonder, what made her sick? Is it the milk? Or what? Lagi-lagi aku mengandalkan insting di saat seperti ini. Aku rasa penyebabnya bukan susu etawa, tetapi kombinasi dari singkong goreng milik ibuku yang dia makan karena dia marah-m...

Cerita Penyapihan Hari Keempat: Pertahanan Emosi Jebol Juga

Image
Bismillahirrahmanirrahim No one has written a manual book about weaning. No one said that this would be very hard emotionally. And yet, nurturing children seems to be that easy according to society. There is no trophy for a struggling mother. Because being only a mother is not that prestigious in the eyes of the capitalism era. Hujan lebat kala itu Tidak ada orang tua yang sempurna. Itulah kenyataan yang terjadi. Dan sebagai orang tua, faktanya kita tidak bisa selalu stabil secara emosi untuk menghadapi dinamika pengasuhan ini. Ada kalanya kita bisa sabar, menerima, menjalani dengan ridha, tetapi ada pula saat kondisi kita sedang tidak baik-baik saja sehingga respon kita pun sebaliknya. Iya, kita cuma manusia biasa. Yang bisa marah, lelah, dan kecewa. Manusia yang tidak selalu bisa mempertahankan emosinya. Dan inilah yang terjadi di hari keempat. Ketika pertahanan emosiku akhirnya jebol juga. Rindu Hafshah yang ceria Sejak pagi Hafshah melihatku dengan cemberut dan tatapan murung. Aku...

Cerita Penyapihan Hari Ketiga: Mengakui Kesalahan sebagai Orang Tua

Image
Bismillahirrahmanirrahim Tidak dipahami itu tidak enak. Apalagi tidak dipahami oleh pihak yang kita harap dia bisa memahami kita. Orang tua misalnya. Ketika usia 25 tahun, aku pernah menangis karena merasa disudutkan oleh orang tuaku. Aku akui bahwa salah satu sifat burukku adalah sensitif. Mudah ngambek atau tersinggung. Dan kala itu, yang aku tahu orang tuaku tidak suka sifatku itu.  Namun, yang membuat aku sedih adalah aku merasa disudutkan bahwasanya sifat tersebut ya tanggung jawabku seorang diri dan tidak ada campur tangan pola asuh yang membuat aku bersifat demikian. Padahal, kalau aku bisa berkata jujur di depan orang tuaku, aku kala itu ingin mengatakan bahwa sifat burukku juga disebabkan pola asuh. Bagaimana aku dibesarkan dan keadaan sekeliling tentu ikut berkontribusi terhadap sifat yang aku bawa hingga dewasa. Bukan berarti aku ingin menyalahkan orang tuaku. Namun, aku kala itu hanya ingin dipahami untuk jangan menyalahkan aku seorang diri. Aku ingin orang tuaku mengak...