Posts

Showing posts with the label Decision

Memilih Utuh Bersamamu Ketimbang Mengejar Impianku

Image
Bismillahirrahmanirrahim Lega. Itulah perasaanku setelah mempresentasikan hasil penelitianku yang berjudul "Peran Shalat Tahajud pada Emosi Negatif Ibu dalam Pengasuhan ( Mom Rage )" . Dari sekian banyak tulisan yang aku ikutkan dalam lomba, ternyata Allah pilih tulisan inilah yang muncul ke permukaan karena Alhamdulillah jadi salah satu juara. Dan aku sangat senang bisa mempresentasikannya di hadapan banyak orang karena memang tujuanku karya ini diketahui khalayak. Aku ingin ibu-ibu tahu bahwa ada lho hubungan antara shalat Tahajud dengan mom rage . Spot grounding terbaru Walau ada sisi dalam diriku yang bahagia, aku tidak bisa menutupi bahwa ada juga sisi yang sebaliknya. Iya, tidak mudah merelakan mimpi terlebih ketika kamu tahu kamu punya potensinya.   Aku masih sering mellow ketika teringat bahwa pintu melanjutkan S2 LN sedang tertutup untukku. Iya, aku sedih. Aku tidak menutupi hal itu. Aku kecewa karena di masa single sebelum menikah dulu, aku tidak punya kesempatan i...

Belajar dari Senior Homeschooling

Image
Bismillahirrahmanirrahim Parenting is getting more serious as my daughter growing up . Hafshah sudah menjelang dua tahun. Dia sudah masuk fase imajinatif sekaligus fase meniru dengan ekstrim. Iyes, anak bukan peniru yang ulung gaes, tetapi peniru yang ekstrim.  Pernah suatu hari aku memfoto clodi-clodinya Hafshah untuk suatu hal. Ketika HP-ku aku geletakkan, Hafshah tiba-tiba mengambilnya dan meniru aku mengarahkan HP ke arah clodi-clodi tersebut seolah dia sedang memfotonya. Dia tidak bisa membuka HP-ku. Pun juga belum tahu cara menyalakan HP-ku. Namun, jujur aku mendapat pelajaran yang sangat berharga di sini, bahwa apa yang dia lihat tentangku, berpotensi akan dia tiru . Lagi suka kemana-mana pakai helm topi Kata orang, otak anak itu bagaikan spons. Menyerap apapun dengan mudah yang ada di sekitarnya. Aku rasa hal ini juga terjadi ke Hafshah. Hafshah punya ingatan yang kuat. Hafshah tahu letak benda-benda secara detail. Pernah suatu hari ketika kami kehilangan kunci, Hafshah ta...

Hidup Tanpa Privilege Adalah Sebuah Privilege

Image
Bismillahirrahmanirrahim Baru-baru ini kami mengambil keputusan yang nekat sekali. Keputusan yang kemudian membuat aku berpikir, "Kok berani sekali ya kami memilih jalan ini?"  Lagi-lagi tolak ukurku karena kami bukan orang kaya. Aku menganggap hal ini besar karena aku sadar diri bahwa aku tidak sekaya itu untuk mengambil keputusan ini. Ngisi webinar keuangan sekalian buat ngingetin diri sendiri Jujur, aku lelah berpura-pura pada laman blogku sendiri. Selama ini aku menahan diri untuk tidak menceritakan salah satu hal yang terjadi di hidup kami. Aku sengaja tidak ingin cerita di sini karena ya kami sendiri masih bingung bagaimana kelanjutannya. Terlebih, sebenarnya aku takut kena ain jika cerita-cerita. Aku takut kami tidak jadi berangkat karena ada yang hasad kepada kami.  Email 10 bulan yang lalu Namun sekarang aku sudah tidak peduli mau kena 'ain atau tidak kalau orang lain tahu. Toh nyatanya memang pintu ini belum terbuka untuk kami. Final acceptance belum aku dapatk...

Set Ekspektasi: Ramadhan Bersama Bayi

Image
Bismillahirrahmanirrahim Ramadhan selalu punya ceritanya sendiri. Aku ingat sekali ketika SMA (entah 2012 atau 2013), di tengah malam Ramadhan aku berharap di masa depan bisa menemukan alat atau apapun yang bisa membedakan darah haid dan darah istihadah. Iya, karena saat itu aku sangat kebingungan karena pendarahan terus. Minum obat ini obat itu tidak mempan. Aku bingung harus shalat atau tidak. Sedih sekali rasanya saat itu. Kebingungan yang amat dalam karena tidak tahu apa yang terjadi dalam tubuhku. Namun ternyata, jawaban dari harapan itu bukan dengan aku yang jadi seorang peneliti atau ekspert di bidang science . Jawabannya Allah beri bertahun-tahun kemudian lewat ilmu kesehatan holistik yang mengantarkan aku pada tidak pendarahan lagi biidznillah . GAPS Shake Di suatu malam Ramadhan 2016 aku pernah shalat tarawih di Masjid As Sunnah Bintaro. Saat itu adalah tahun kedua aku belajar bahasa Arab. Kala itu untuk pertama kalinya dalam hidup aku bisa memahami ayat yang dibaca oleh ima...

Alasan Akhirnya Ikut Menerapkan GAPS

Image
Bismillahirrahmanirrahim Saat sesi konsultasi, Mbak Chalida bilang bahwa jika aku masih ingin menyusui, aku harus ikut pola makan GAPS juga. Karena jika tidak, air susuku justru akan menjadi sumber toksin bagi Hafshah yang mana itu akan berpengaruh buruk pada progres GAPS yang sedang kami perjuangkan. Karena aku ingin menyusui sampai hak Hafshah terpenuhi, yaitu dua tahun, mau tidak mau aku akhirnya memutuskan ikut menerapkan GAPS untuk diriku sendiri. Alasan yang kurang lengkap aslinya hehe karena sejujurnya diriku sendiri yang PCOS inilah yang juga butuh menerapkan GAPS. So here we go! Ini adalah cerita tentang setelah kurang lebih sebulan menjalani GAPS.  Dapurku tempat berkreasiku Dulu hal yang paling membuat aku takut untuk menjalani GAPS adalah karena tidak bisa makan nasi. Iya, aku sesuka itu pada nasi. Aku suka nasi padang. Dan apa kabar jika aku tidak boleh makan nasi? Berarti ga bisa ke warung padang lagi dong? Namun ternyata tidak bisa makan nasi bukan sesuatu yang meny...

Resign untuk Kedua Kalinya

Image
Bismillahirrahmanirrahim Hi everyone! Tulisan ini aku tulis dalam perasaan begitu lega karena telah memutuskan perkara yang selama ini begitu berat untuk aku lepaskan. Iya, pada akhirnya aku memutuskan untuk resign (lagi) hehe. Long story short , ketika hamil Hafshah dulu Alhamdulillah aku di- hire untuk mengerjakan finance & accounting sebuah perusahaan gym khusus muslimah di Surabaya. Seneng? Iya dong pasti. Kan dapet duit hehe. Banyak lagi duitnya (kalau dibandingin ngajar).  Plus juga mengasah kompetensiku di bidang Akuntansi yang memang selama beberapa tahun terhenti karena aku yang menjauh dari dunia Akuntansi karena takut berhubungan dengan riba dan segala apa yang dilarang oleh syari'at. Fyi, kerja di bidang keuangan emang kudu hati-hati karena banyak banget yang nyerempet sesuatu yang haram. Dan nyari tempat yang founder nya paham syari'at itu rada-rada susah. Meanwhile aku kerja di perusahaan ini bukan dengan rekrutmen terbuka, tetapi karena founder nya kenal aku ...

Bukan Sekedar Pindah ke Kontrakan

Image
Bismillahirrahmanirrahim Halo blog! Lama ga update kehidupan di sini.  Tulisan ini aku buat dini hari  as usual ketika Hafshah tidur di Ketintang. Iya, di Ketintang. Bukan di Jambangan lagi karena kami resmi menjadi kontraktor setelah tiga tahun tinggal bersama ibuk. Kelihatannya sih hanya pindah rumah, tetapi kenyataannya ada banyak kisah di baliknya yang ingin aku tuliskan di sini. So here we go! Menyala dapurku Mungkin dimulai dari pertanyaan, "Mengapa pakai pindah rumah segala? Bukannya enak tinggal sama orang tua? Dibantu ngurus rumah dan ngurus anak kan?" Iya, emang kalau dilihat dari sisi itu sih enak banget. Terlebih di rumah orang tua, kami terhindar dari gangguan musik dan asap rokok. Kami juga terhindar dari gangguan speaker masjid yang sering kali ga kira-kira kalau bunyi. Plus juga di rumah orang tua, kami tidak memikirkan biaya sewa rumah yang JUJUR MAHAL BANGET WKKWKWK. But, in the end, tinggal bersama mertua ternyata melukai sisi maskulin suamiku . Suamiku ti...