Posts

Showing posts with the label Reminder

Bukan Sekedar Pindah ke Kontrakan

Image
Bismillahirrahmanirrahim Halo blog! Lama ga update kehidupan di sini.  Tulisan ini aku buat dini hari  as usual ketika Hafshah tidur di Ketintang. Iya, di Ketintang. Bukan di Jambangan lagi karena kami resmi menjadi kontraktor setelah tiga tahun tinggal bersama ibuk. Kelihatannya sih hanya pindah rumah, tetapi kenyataannya ada banyak kisah di baliknya yang ingin aku tuliskan di sini. So here we go! Menyala dapurku Mungkin dimulai dari pertanyaan, "Mengapa pakai pindah rumah segala? Bukannya enak tinggal sama orang tua? Dibantu ngurus rumah dan ngurus anak kan?" Iya, emang kalau dilihat dari sisi itu sih enak banget. Terlebih di rumah orang tua, kami terhindar dari gangguan musik dan asap rokok. Kami juga terhindar dari gangguan speaker masjid yang sering kali ga kira-kira kalau bunyi. Plus juga di rumah orang tua, kami tidak memikirkan biaya sewa rumah yang JUJUR MAHAL BANGET WKKWKWK. But, in the end, tinggal bersama mertua ternyata melukai sisi maskulin suamiku . Suamiku ti...

Ujian Kita Beda Modul

Image
Bismillahirrahmanirrahim Dulu aku ingin punya anak pertama laki-laki. Sesimpel karena di keluargaku, anak pertamanya laki-laki. Bagiku, anak pertama haruslah memberi contoh bagi adik-adiknya. Dan beban anak pertama tentu tidak mudah. Maka, aku merasa beban itu baiknya dipikul oleh seorang laki-laki. Ketika USG dan disampaikan bahwa bayi yang aku kandung sepertinya perempuan, aku agak denial pada awalnya. "Mungkin saja hasil USG nya salah..." begitu pikirku dalam hati. Bukan apa-apa. Kala itu aku takut tidak diberi kesempatan untuk hamil lagi. Aku pernah meminta kepada Allah, kalaulah kesempatan hamilku hanya sekali seumur hidup, semoga Allah berkenan memberiku anak laki-laki. Aku ingin punya anak yang bisa kuliah di UIM. Kalau perempuan kan ga mungkin kuliah di UIM hehe. Pun juga dengan punya anak laki-laki, mahramku untuk safar jadi tambah banyak. Jalan pagi lagi 🌿 Namun, seiring bertambahnya usia kandungan, aku senang sekali jika bayiku perempuan. Apalagi setelah suami ...

Mengolah Sampah, Haruskah?

Image
Bismillahirrahmanirrahim "Apa yang membuatmu peduli pada isu lingkungan?"  Ketika ditanya demikian, kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka ingin menjaga bumi dari kerusakan. Sungguh ini adalah jawaban yang mengagumkan. Karena niat baik menjaga bumi tidak bisa kita sepelekan. Namun, untuk beberapa orang, jawaban seperti ini tidak mengetuk hati dan pikiran. Mereka tetap dengan kebiasaan lama memperlakukan 'sisa konsumsi' semena-mena. Merasa sudah selesai bertanggung jawab hanya dengan membuangnya ke tempat sampah. Bersih di tempatnya tetapi kotor di tempat lain. Sejatinya sampah hanya berpindah dan tidak terselesaikan. Sampah bercampur aduk dan menggunung di TPA. Bahkan beberapa TPA longsor saking banyaknya timbunan sampah yang ia terima.  Tak berhenti di situ saja, coba perhatikan sungai dan lautan. Apa kabar sungai yang harusnya menjadi salah satu sumber kehidupan? Jujur, gara-gara kondisi sungai yang mengenaskan, menjadi tempat pembuangan sampah termasuk di dalamn...

It's Not Only About Pregnancy

Image
Bismillahirrahmanirrahim I'm sitting here, writing the things I've learned recently. Aku pernah ada di posisi mempertanyakan apa yang sedang terjadi. Jika memang benar penyebab hormonku tidak seimbang adalah karena makanan, mengapa teman-temanku yang juga makan sembarangan tidak mengalami hal yang sama? Mengapa hanya aku yang mengalami pendarahan hebat? Mengapa haid mereka normal-normal saja? Aku tahu kita semua sedang belajar tentang ikhlas. Kita berproses untuk menerima segala hal yang terjadi tanpa mempertanyakannya. Namun, aku yang beberapa tahun lalu belum paham, butuh waktu untuk memahami keadaan. Aku sempat berpikir bahwa jika memang karena makanan, harusnya teman-temanku juga mengalami hal yang sama seperti yang aku rasakan. Ketika telah menikah, aku tahu aku tidak akan cepat memiliki anak. Riwayat ketidakseimbangan hormon yang sudah parah, diobati dengan ini itu tetapi masih saja berdarah, membuat aku yakin bahwa tak akan semudah itu bagiku untuk menerima sebuah amana...

Semua Hebat pada Bidangnya

Image
Bismillahirrahmanirrahim Dulu aku berpikir, anak yang pemberani itu baik, anak yang pemalu itu buruk. Anak yang pandai akademik itu baik, tidak pandai akademik itu buruk. Anak yang aktif itu baik, anak yang pendiam itu buruk. Otakku terlalu mudah menghakimi bahwa sesuatu itu hitam dan kebalikannya putih. Namun, ternyata akulah yang tidak paham kebesaran Allah dalam menciptakan makhluk-makhluk-Nya. Sekolah Karakter Imam Syafi'i --- Dua hari ini, Alhamdulillah dapet kesempatan belajar langsung ke Ustadz Abdul Khaliq di Semarang. Acara ini diikuti oleh guru-guru sekolah BISA Jakarta Barat dan rombongan kami dari Surabaya. Sebagai orang yang sangat antusias dengan dunia belajar mengajar, aku sangat senang dengan acara ini. Terlebih, kami berdua memang suka mendengarkan ceramah Ustadz Abdul Khaliq lewat web radio Mutiara Qur'an. Walau sebenarnya konten materi yang diajarkan kurang lebih sudah pernah aku ketahui, tetapi kali ini rasanya beda. Aku bisa terjun langsung belajar di hada...

Kesendirian Itu Berat

Image
Bismillahirrahmanirrahim Beberapa tahun yang lalu, ada seorang laki-laki paruh baya yang terbaring tak berdaya di rumah sakit. Seingatku, saat itu ia belum mendapat kamar untuk rawat inap. Ia dan keluarganya terpaksa menunggu di lorong rumah sakit.  Laki-laki ini beberapa kali memeluk istrinya yang setia mendampinginya. Ia mengatakan kepada istrinya untuk tidak meninggalkannya. Ia terlihat ketakutan. Ia ingin terus didampingi. Sang istri tentu tidak tahu apa yang terjadi dengannya. Sang istri pasti tidak tega meninggalkan suaminya sendiri dalam kondisi demikian. Tanpa diminta pun, ia akan terus mendampingi suaminya. Hanya saja, sang istri malu dipeluk di depan umum karena dilihat banyak pasang mata. Siapa sangka, beberapa hari kemudian, laki-laki paruh baya itu meninggal dunia. Mungkin ketika ia memeluk istrinya, ia sedang ketakutan luar biasa. Ia takut hidup sendiri. Lebih tepatnya, ia takut menghadapi fase hidup berikutnya yang mau tidak mau akan memaksa manusia hidup seorang di...

Dia-lah Yang Menjadikanmu Tertawa dan Menangis

Image
Bismillahirrahmanirrahim Hai Rahma ingatkah kamu dengan postingan ini? Jogjakarta, tiga tahun yang lalu Hari itu, kamu datang ke Jogja untuk menghadiri pernikahan temanmu. Untuk kesekian kalinya kamu didahului oleh orang lain. Kamu begitu kecewa. Sungguh aneh memang, padahal usiamu saat itu baru 22 tahun. Usia yang masih sangat dini untuk menyebut diri sendiri sebagai 'perawan tua'. Iya, aku paham, kekecewaanmu bukan tanpa alasan. Kamu sakit. Kamu harus segera membenahi penyakitmu. Dan jalan solusi yang disarankan beberapa nakes adalah agar segera menikah agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, di usiamu yang saat itu, kamu sulit sekali membuat keputusan. Kamu kebingungan dengan arah hidupmu hingga kamu mempersulit hidupmu sendiri. Jogjakarta, hari ini Kamu pun semakin kecewa ketika tidak ditempatkan di Jawa bukan? Kamu merasa 'dibuang' hanya karena kamu adalah peraih IPK terbaik STAN Akuntansi-BPPK di angkatanmu tetapi kamu tidak ditempatkan di Jawa. Kamu...

Pilih Hukuman atau Penangguhan?

Image
Bismillahirrahmanirrahim Faidah hari ini rasanya sayang sekali jika tidak dituliskan.  Masih dalam bab kedhaliman. Lebih spesifiknya tentang kedhaliman pasti akan dibalas.  Hari ini dijelaskan bahwa pengguhan atas kedhaliman itu lebih berbahaya daripada kedhaliman itu sendiri. Mengapa bisa demikian? Karena kemungkinan yang berbuat dhalim akan semakin jago melakukan kedhaliman itu. Sebagai contoh, ketika anak bolos sekolah. Percobaan pertama pasti sangat mendebarkan. Takut ketahuan. Takut dihukum. Namun, ketika lolos dan ga ketahuan, ada perasaan bahagia. Secara psikis akan ada dorongan untuk melakukan hal yang sama karena semakin PD. Percobaan kedua masih mendebarkan tetapi sudah turun levelnya. Percobaan ketiga, keempat, kelima, semakin PD. Sampai akhirnya punya trik jitu dan ahli dalam hal per-bolos-an. Begitu juga dengan hubungan gelap dengan lawan jenis. Chat pertama pasti sangat mendebarkan, takut ketahuan, takut dosa, takut ini takut itu dll. Namun, jika tidak ketahuan,...