Posts

Showing posts with the label Bali

Bali dan Kenangan di Dalamnya

Image
Bismillahirrahmanirrahim Jadi ceritanya HP ku mendadak ga bisa dibuat internetan. Qadarullah. Akhirnya HP lamaku diaktifkan kembali sebagai pusat tetring selama di rumah. Dan membuka HP lama artinya juga membuka foto-foto di dalamnya. Yang ternyata... Foto-foto itu... Menyimpan kenangan... Yang teramat dalam... Pantai Kuta kala itu Memandangi foto-foto itu membuat aku sadar betapa indahnya kehidupan di Bali dulu Walau hanya berdua. Walau jauh dari keluarga.  Kehidupan di Bali membuat kami bebas melihat alam. Yang mana kemudian hari ini aku sadari bahwa ternyata itu adalah nikmat yang begitu besar. Kuta, Sanur, sampai Kintamani adalah tempat jelajah yang begitu mengasyikan. Bali dengan segala pesonanya. Bali dengan orang-orang di dalamnya. Ketika mata ini lelah karena terlalu sering melihat layar, pergi ke pantai adalah obatnya. Melihat birunya air yang begitu segar. Pun juga hembusan angin yang sangat menyenangkan. Mungkin aku dulu memang kurang bisa bersyukur dengan keadaan. Pada...

Yaa Allah, Terima Kasih Atas Segala Yang Terjadi di Tahun 2021 Ini

Bismillahirrahmanirrahim Mengapa aku suka menulis rangkuman kejadian selama setahun? Karena rasanya sangat amazing  ketika membacanya lagi di kemudian hari.  Namun, kali ini aku tidak ingin menggunakan kalimat "Terima Kasih 2021" dan semisalnya. Karena aku sadar, yang paling berhak mendapat rasa terima kasihku hanya Allah Ta'ala. --- Bisa aku katakan tahun ini menjadi salah satu tahun terbaik dalam hidupku. Tahun ketika pada akhirnya aku bisa menjadi diriku sendiri. Setengah tahun pertama ini aku lewati dengan begitu banyak kesedihan dan air mata. Tentang penolakan demi penolakan dari orang tua dan merta tentang keinginan resignku, tentang berobat yang tak kunjung terlihat hasilnya, tentang pergulatan batin luar biasa karena takut jatuh miskin, tentang menghadapi cemoohan orang sekitar akan niat resignku, tentang kebingungan yang tak kunjung usai atas pertanyaan 'setelah resign mau bagaimana?' , tentang arah hidup yang tak jelas dan tak tentu muaranya. Aku sempat...

Dia-lah Yang Menjadikanmu Tertawa dan Menangis

Image
Bismillahirrahmanirrahim Hai Rahma ingatkah kamu dengan postingan ini? Jogjakarta, tiga tahun yang lalu Hari itu, kamu datang ke Jogja untuk menghadiri pernikahan temanmu. Untuk kesekian kalinya kamu didahului oleh orang lain. Kamu begitu kecewa. Sungguh aneh memang, padahal usiamu saat itu baru 22 tahun. Usia yang masih sangat dini untuk menyebut diri sendiri sebagai 'perawan tua'. Iya, aku paham, kekecewaanmu bukan tanpa alasan. Kamu sakit. Kamu harus segera membenahi penyakitmu. Dan jalan solusi yang disarankan beberapa nakes adalah agar segera menikah agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, di usiamu yang saat itu, kamu sulit sekali membuat keputusan. Kamu kebingungan dengan arah hidupmu hingga kamu mempersulit hidupmu sendiri. Jogjakarta, hari ini Kamu pun semakin kecewa ketika tidak ditempatkan di Jawa bukan? Kamu merasa 'dibuang' hanya karena kamu adalah peraih IPK terbaik STAN Akuntansi-BPPK di angkatanmu tetapi kamu tidak ditempatkan di Jawa. Kamu...

Mimpi Yang Tak Lagi Berbekas

Image
Bismillahirrahmanirrahim Kemarin diingatkan facebook bahwa aku pernah memposting tentang pengumuman hasil seleksi dosen Jurusan Akuntansi Tahun 2017. Ada rasa getir yang bersambung dengan senyuman ketika melihat pengumuman itu. Sebuah bukti bahwa dulu aku pernah se-rajin itu dalam mengejar mimpi. Walau kini ternyata mimpi itu sudah luluh lantah tak berbekas lagi. Sebelum liat pengumumannya, kita liat yang ijo-ijo dulu di Pantai Sanur Pernah ngerasain sedih tapi bahagia ngga? --- Jika dibilang kecewa, mungkin benar aku memang pernah kecewa. Meraih peringkat ke-13 dari 1496 mahasiswa Akuntansi, meraih IPK terbaik Jurusan Akuntansi penempatan BPPK 2017, dinobatkan sebagai mahasiswi terinspiratif se-Jurusan Akuntansi, tetapi nyatanya aku ditendang ke luar Jawa. Rasanya saat itu usahaku sia-sia. Aku marah dan kesal dengan para pengambil kebijakan yang bahkan tidak menjelaskan apa dasar mereka menempatkan seseorang. Namun, kini aku kembali bertanya pada diri sendiri. "Kalau dulu mimpi...

"Kalau Sudah Besar Mau Jadi Apa?"

Image
Bismillahirrahmanirrahim Aku tertegun melihat manusia datang silih berganti dengan segala kisah yang mereka bawa. Semakin lama aku semakin memahami bahwa ketika beranjak dewasa kita semakin terjebak pada rasa takut. Takut. Entah sejak kapan kita menjadi orang yang penakut. Aku pribadi tidak tahu persis kapan tepatnya. Namun, satu hal yang aku ingat, ketika akan lulus SMP aku begitu takut untuk memilih SMAN 5 Surabaya karena takut ibuku akan kesulitan membiayai aku sekolah di sana. Padahal, sejak kecil aku adalah anak yang pemberani. Aku sering ditinggal sendiri di rumah karena ibuku dinas luar. Aku sering disuruh masuk sendiri ke toko sementara ibuku menunggu di parkiran. Aku sering naik odong-odong sendiri tanpa didampingi ibuku seperti anak-anak lainnya. Ya, aku sejak kecil adalah anak yang pemberani. Keberanian itu membuatku (dan mungkin kita semua) berani bermimpi. Cita-citaku ketika kecil adalah menjadi suster yang kemudian berubah menjadi penjahit yang kemudian berubah lagi menj...

Ibu Ideal Versiku: Bisa Memasak

Image
Bismillahirrahmanirrahim Dulu sebelum menikah, ada hal yang cukup membuatku takut untuk menikah. Hal tersebut adalah karena aku ga bisa masak. Emang kalau dipikir-pikir absurd banget sih, ngapain juga takut nikah gara-gara hal itu. Namun, setelah dipikir-pikir, ketakutan itu terbentuk dari pola pikir yang tertanam sejak aku kecil. Bahwa perempuan harus bisa masak. --- When I was a child, I used to see my mother cooked everyday.  I used to bring my lunch from home instead of buying at canteen. I never shy to bring my own lunch whether a lot of my friends ate their lunch box from school catering. I still brought my own lunch untill I became college student at Airlangga University. I was so proud of my mom.  --- Ya, aku terbiasa makan makanan rumahan yang dimasak oleh ibuku. Ibuku terbiasa bangun di pagi hari dan selesai masak sebelum jam 6 pagi. Pagi banget? Iya bund, kami tinggal di Surabaya. Mobilitas tinggi, aku harus berangkat pagi-pagi ke sekolah karena jarak sekolahku di...

Eid Al-Fitr Mubarak 1442H

Image
Bismillahirrahmanirrahim Lebaran kedua di tanah Bali. Ada hal yang cukup berbeda dengan lebaran sebelumnya. Kalau sebelumnya ngga kerasa momen lebaran karena semua harus tetap di rumah, lebaran kali ini alhamdulillah diperbolehkan untuk shalat ied di masjid. Lebaran ini jauh terasa lebaran karena boleh unjung-unjung saudara. Seneng banget rasanya bisa ketemu saudara jauh walau terpaut usia yang cukup jauh. Hari pertama selesai shalat ied, sibuk video call dengan keluarga. Hari kedua main ke rumah Agung-Elvia, lanjut Halal bi Halal Seksi Evaluasi dan Informasi di Hokben karena tempat makan pada tutup, dan terakhir ke Muallaf Center Indonesia Bali, menyaksikan seorang bule bersyahadat. Hari ketiga main ke rumah saudara ibuk di Sudirman dan sudara mas di Gatot Subroto. Masyaa Allah banget deh kalau ngunjungin orang tua itu, banyak hikmah yang bisa diambil. Baiklah, tidak berpanjang lebar, di postingan kali ini, aku ingin menyimpan berbagai foto kenangan di lebaran tahun ini. Taqabbalalla...

Kebutuhan Kita Sedikit, Kinginan Kita yang Banyak

Image
Bismillahirrahmanirrahim Di penghujung Ramadhan ini, aku ingin menuliskan sedikit pelajaran yang aku dapat setelah mengamati aktivitas berbuka puasa di masjid. Selama bulan Ramadhan ini, aku hampir selalu berbuka di masjid. Alasannya adalah karena di masjid banyak orang sehingga buka puasa menjadi lebih ramai. Beda dengan buka puasa di kos yang sepi. Dari hari ke hari aku mengamati banyak orang berlalu lalang.  Ada yang datang berbuka dengan anaknya, ada yang dengan pasangannya, bahkan ada yang dengan cucunya. Hal menarik yang aku dapat selama hampir satu bulan berbuka di masjid adalah bahwasanya anak kecil itu sungguh merupakan peniru yang ulung. Lha kok bisa? Apa hubungannya sama buka puasa? Jadi begini, di Masjid Baitul Makmur Denpasar ini, setiap harinya disediakan berbagai macam takjil dan menu buka puasa. Masjid Baitul Makmur Denpasar Ada teh hangat, kolak, es sirup, es buah, gorengan, jajanan pasar, kurma, kue basah, dan tentunya nasi bungkus. Sistem berbukanya adalah dised...

Langkah Kecil yang Berdampak Baik untuk Bumi

Image
Bismillahirrahmanirrahim Wahai diri, ketika Engkau membaca surat ini, mungkin kau tengah duduk di teras rumah menikmati udara segar di pagi hari.  Kau sedang duduk mengamati sekitar sambil menyeduh teh hangat dan mendengarkan kicauan burung.  Saat itu Insyaa Allah kau telah berumur 75 tahun. Kau tak lagi memiliki kewajiban yang menyebabkanmu sibuk atau terburu-buru di pagi hari.  Kau tengah menikmati sisa hidupmu dengan perasaan bangga.  Bangga bahwa kau pernah memberi kontribusi yang berarti bagi bumi ini. Teras rumah Apakah kau ingat? Ketika usiamu menginjak 20-an tahun, hatimu tergerak untuk peduli pada bumi.  Saat itu kau mulai menyadari betapa tak indahnya bumi yang kau tempati.  Polusi udara di mana-mana, sampah berserakkan tak terkendali, kerusakan hutan yang tak ada ujungnya, ya, semua itu pernah kau saksikan kejadiannya.  Pantai Kuta, Januari 2021 Kau terusik. Kau terganggu.  Kau pun juga menyadari bahwa bukan hanya manusia yang lelah de...

Lahir dengan Privilege

Image
Bismillahirrahmanirrahim Pernah ngga terlibat obrolan seperti ini? 👇🏻👇🏻 "Bro, tau ngga? Si Dodi yang nikah bulan lalu udah beli rumah di Pondok Indah" "Wah kok bisa? Emang dia kerja di mana?" "Ga heran lah Bro, bapaknya kan tajir melintir, kaya tujuh turunan, gampang lah buat beli rumah di sana" "Ohh..." Atau obrolan seperti ini 👇🏻 "Si Joni sekarang bisnisnya oke banget lho, keren ya, baru lulus kuliah padahal" "Wah iya, kok bisa?" "Bapaknya dia penguasa, keluarga dia juga mayoritas pengusaha, ya gampang dong buat dia nyari modal dan mentor buat bangun usahanya. Dia udah mulai usaha sejak awal kuliah Bro" "Oh iya, bener juga" Atau seperti ini 👇🏻 "Eh Rani sekarang kuliah S2 di Jepang lho" "Kok bisa? Mohon maaf nih perasaan dulu dia di sekolah ga pinter-pinter amat, masuk PTN juga lewat jalur mandiri" "Bapak ibunya dosen sis, jaringan dan informasinya banyak. Beasiswa yang ga ...

Will It Be My Last Flight to Bali?

Image
Bismillahirrahmanirrahim Have been living here for almost 28 months, I think that Bali is not as bad as I thought when the first time I came here. I can say that Bali is moslem friendy enough to live in. I have no reason to not to be grateful for everything I have now. Juanda International Airport Ngurah Rai International Airport Maybe someday I'll miss Bali so badly The same picture I took when the first time I came here