Posts

Menghitung Nikmat Allah

Image
Bismillahirrahmanirrahim Beberapa hari ini, merasa ada banyak hal tidak menyenangkan terjadi. Mulai dari harus pindah kos karena mess akan diperbaiki, kesana kemari mencari kos yang tanpa pura, dll. Namun, dibalik itu semua, Allah berikan banyak nikmat yang harus disyukuri. Menginjakkan kaki kembali ke Jakarta contohnya. Bandara Ngurah Rai Walau mungkin, ini adalah kesempatan pertama sekaligus terakhir dalam tahun ini mengingat tidak ada jadwal pemanggilan diklat kembali untuk bulan-bulan berikutnya. Dan hal yang harus disyukuri adalah diklat kali ini benar-benar sesuai passion . Menulis untuk Media Massa. Tidak seperti diklat jaringan komputer, pengelolaan database atau evaluasi pasca pembelajaran seperti tahun lalu, diklat kali ini begitu menarik karena sesuai dengan kata hati. Ruang diklat Aku yang cuma seorang pelaksana di instansi non teknis ini, diberi kesempatan oleh Allah untuk diklat bersama-sama pejabat dan pelaksana di instansi teknis. Mi...

My PCOS Diary: Babak Baru

Image
Bismillahirrahmanirrahim Here we go... Babak baru upaya penanggulangan PCOS yang aku alami. Setelah menikah, tindakan-tindakan medis yang tidak dibolehkan selama masih gadis, bisa dilakukan. Gimana rasanya? Rasanya... ngga bisa diceritakan. Dulu, hanya boleh USG perut atau paling mentok USG lewat (maaf) anus. Kini, USG transvagina boleh dilakukan. Jum'at pekan lalu cuti 1/2 hari  Rabu pekan yang lalu, tepatnya tanggal 15 Januari, aku kembali mengunjungi dokter kandunganku di Bali. Dari pagi hingga sore aku terus mengumpulkan keberanian untuk berobat ke dokter. Bukan karena apa, sesungguhnya aku sudah terbiasa dengan dokter kandungan, tetapi kala itu, aku tahu konsekuensi yang akan aku dapatkan ketika kontrol ke dokter kandungan. Aku akan mengalami hal yang sama dengan yang aku alami beberapa hari sebelumnya. Mendarat di Surabaya  Tanggal 9 Januari aku kontrol ke dokter kandungan karena aku mengalami flek. Apa yang terjadi ketika itu? ...

Pernikahan Impian

Image
Bismillahirrahmanirrahim Fitrah manusia adalah ingin berpasangan dan berkasih sayang. Maka tidak heran jika pernikahan adalah hal yang didamba oleh setiap insan, dan mungkin bisa dikatakan sangat didambakan oleh para perempuan. Setiap perempuan pasti memiliki acara pernikahan impian ala diri mereka masing-masing. Tidak terkecuali dengan aku. Dulu, dulu sekali, dalam ingatanku aku ingin acara  pernikahan dengan konsep warna cokelat susu. Hiasan serba warna cokelat susu, gaun warna cokelat susu, bridesmaid   dress warna cokelat susu juga. Aku ingin acara pernikahan yang dihadiri banyak orang. Aku ingin acara yang seperti pada umumnya dengan duduk di koade. Meja akad nikah & backdrop sisi ikhwan Setelah mengenal manhaj salaf, keinginan itu berubah. Aku ingin acara yang sangat sederhana. Menggunakan baju sederhana berwarna putih, duduk di masjid yang terhijab dari barisan para laki-laki, melihat acara akadku dari layar LCD, dan menyudahi acar...

Resolusi: Antara Esensi dan Selebrasi

Image
Bismillahirrahmanirrahim Tulisan pertama di tahun 2020. Tahun baru... Orang-orang sedang ramai membahas tentang resolusi. Hal yang wajar memang, karena tiap orang menginginkan perbaikan akan hidupnya. "Mas, ngga bikin resolusi kayak orang-orang?" tanyaku kepada suami. "Hmm...Engga." "Kenapa?" "Karena...Ngga ingin mengikuti tren aja sih." 1 Januari 2020 Tren. Mungkin hal ini yang perlu aku garis bawahi. Resolusi ini memang antara esensi dan selebrasi. Jika kita hanya mengikuti kebanyakan orang, hanya mengikuti selebrasi akan pergantian tahun, maka resolusi tak lain dan tak bukan hanya berakhir tergeletak sebagai catatan belaka. Jika benar-benar esensi yang kita kejar, maka resolusi yang ditulis harusnya telah disiapkan dari beberapa bulan sebelum resolusi itu ditulis. Ubud, Bali "Kalau kita mau buat resolusi, harusnya kita mempersiapkan diri sebelum resolusi itu ditulis," kata suamiku. "C...

Terimakasih 2019!

Image
Bismillahirrahmanirrahim 2 Desember 2018... Di bawah langit Jakarta yang terik saat itu, rasa getir masih menyelimuti hati. Busway yang mengantarku ke Jakarta Selatan telah berhenti di halte Masjid Al-Ahzar, ah benar, terlalu banyak kenangan di kota ini. Hari itu, aku coba lagi untuk mengedukasi diri, bahwa segala perih akan terlewati. Aku berjalan dan terus berjalan mengikuti kata hati. Bahwa nikmat dan ujian bergilir silih berganti. Half Deen series pertama Rasa perih yang membekas terus menyelimuti. Sampai pada akhirnya, datanglah hari yang sangat kami nanti. Penempatan definitif,  tepat di tanggal 31 Desember 2018. Denpasar. Kenyataan pahit kembali menghampiri. Penempatan yang tak sesuai isi hati. Menambah beban Quarter Life Crisis yang sedang dihadapi. "Tak apa, aku harus meninggalkan Jakarta, pasti ada hikmah di baliknya," ucapku seraya menghibur diri. Awal tahun 2019 aku buka dengan begitu banyak luka yang mendera. Tent...

Tumbuh

Image
Bismillahirrahmanirrahim Tadinya, ingin rasanya melanjutkan postingan sebelumnya... tetapi, sepertinya postingan ini perlu untuk dituliskan untuk direkam. Semoga anak cucuku yang mungkin akan membaca cerita kami di kemudian hari bisa bangga... bahwa kami, sebagai leluhur mereka, mengawali kisah ini tanpa hubungan tak halal sebelumnya. --- Jum'at lalu, aku begitu menanti datangnya waktu pulang kantor. Tak salah sesungguhnya, karena aku ingin segera bertemu dengan mereka yang aku cintai di tanah kelahiranku, Surabaya. Dan sesungguhnya, aku sudah sangat ingin bertemu dengan dia. Entah mengapa, perjalanan Denpasar-Surabaya yang biasanya melelahkan tak lagi kurasakan sebagai hal yang menyebalkan. Mungkin, keinginan kuat untuk bertemu dengannya telah mengalahkan rasa lelah itu. Pukul 03.30 WIB, aku melihat dia dibalik jaket abu-abu yang dia kenakan. Aku begitu ingin memeluknya disana saat itu, tetapi rasa malu dilihat banyak orang telah menyelimuti perasaanku...

Pertemuan Kembali

Image
Bismillahirrahmanirrahim Kita tidak pernah tahu... siapa orang yang datang kemudian pergi dan siapa yang pergi kemudian ditakdirkan untuk datang kembali. Hidup ini memang penuh misteri. Manusia datang dan pergi silih berganti. Tetapi satu yang pasti, yang ditakdirkan untuk membersamai, pasti akan kembali. Pasti. --- 10 Maret 2019 Sore itu, aku mengemasi barangku untuk aku bawa kembali ke Bali. Kesal memang rasanya, setelah setengah bulan begitu senang meninggalkan Bali karena diklat di Jakarta dan bisa mampir sebentar untuk pulang ke Surabaya karena di Bali sedang nyepi, akhirnya kenyataan harus kembali aku hadapi: kembali ke Bali. Aku memang masih belum bisa terima 100% dengan penempatan ini, aku masih kesal, aku masih kecewa, aku tidak terima. Aku merasa lebih pantas untuk penempatan di Jawa ketimbang teman-teman seinstansi dari jurusan Akuntansi lainnya karena memang peringkat kelulusanku ketika kuliah lebih tinggi daripada mereka. Terdengar sombong? ...

Kemenkeu Mengajar 4 Denpasar (part 3/final part)

Image
Bismillahirrahmanirrahim Lanjutan... "Ayo kita ulangi sama-sama!" "Tugas Kementerian Keuangan adalah mengumpulkan dan menyalurkan uang... Uang tersebut disalurkan, salah satunya ke bidang pendidikan... Karena negara sudah baik kepada kita dengan mendukung pendidikan kita... Cara kita berterimakasih adalah dengan... Belajar yang rajin dan tidak boleh menyontek... Karena mencontek adalah awal dari korupsi... Jika kita korupsi, diri kita akan rugi... Negara juga akan rugi." Alhamdulillah, aku senang sekali. Sepertinya anak-anak itu paham akan apa yang aku sampaikan. Masih pagi Kami terus mengulang-ulang apa yang aku sampaikan tersebut, dengan tujuan agar tertanam di lubuk hati mereka. Selesai materi yang dibawakan oleh Bimbi (olehku sih sesungguhnya hehe), aku dan Nurma memandu anak-anak itu untuk melakukan ice breaking . Ice breaking ini kami lakukan di lapangan sekolah, supaya terkena sengat matahari dan tidak monoton. Selesai ic...

Kemenkeu Mengajar 4 Denpasar (part 2)

Image
Bismillahirrahmanirrahim Senin pagi, sepekan yang lalu... Pukul 04.00 WITA, kulajukan sepeda motorku menuju Gedung Keuangan Negara I Denpasar. Kala itu, aku tidak sendiri, adalah Kinan yang ada di belakang menemani. Pagi sekali mungkin... Sebuah kosekuensi mengikuti hal yang telah lama dinanti. Kartu nama Memang janjian berkumpul baru jam 05.00 WITA, tetapi ya kalian tahu aku... aku tidak suka membuat orang lain menunggu, terlebih ada shalat subuh yang harus kami tunaikan. Daripada tertinggal jamaah shalat subuh di masjid GKN dan malah akan bikin badmood , lebih baik berangkat lebih pagi. Kami menuju kabupaten Karangasem, tempat diselenggarakannya KM 4 Denpasar ini. Sebuah privilege lagi yang aku dapatkan karena ya jika tidak ada momen ini, aku juga malas jalan-jalan keluar Denpasar. Tak kusangka, perjalanan kesana memang butuh perjuangan. Naik turun bukit, melewati daerah pelosok, ditambah dengan rintikan hujan yang menyambut kami pagi itu. Tanah Balik...