Posts

Showing posts with the label Friendship

Bersafarlah agar Mendapat Banyak Pelajaran

Image
Bismillahirrahmanirrahim Safar itu tidak mudah. Dan dari safar kita akan mendapat banyak pelajaran.  Demikianlah mungkin yang bisa aku simpulkan dari perjalanan kemarin. Dengan berbagai nikmat dan ujian yang Allah pergilirkan, rasanya terlalu sayang jika tidak aku rekam jejaknya di sini. Menyiapkan amunisi di kereta Our first stop: Perpusnas Kami berangkat naik kereta malam. Perjalanan sekitar 10 jam dengan memesan hanya dua kursi karena Hafshah under age untuk dapat kursi sendiri. Perjalanan kali ini membuat kami shalat Subuh di kereta. Membuat aku paham pelajaran pertama. Aku mengantri dengan beberapa anak muda. Sepertinya mereka adalah mahasiswi LIPIA. Aku belum bisa memastikan karena tidak bertanya. Namun, kalau bukan LIPIA mungkin kampus Islam lain di Jakarta. Yang membuat aku merenung adalah karena sepertinya mereka safar tanpa diantar orang tua. Yang artinya mereka safar tanpa mahram. Baik, aku tidak akan menghakimi orang di sini. Barangkali orang tuanya tidak punya dana le...

Dicintai dengan Terhormat

Image
Bismillahirrahmanirrahim Jujur aku bukan orang yang suka upload kehidupan rumah tangga karena aku merasa ya itu bukan hal yang harus diketahui orang lain. Di medsos bahkan aku tidak tag suami di bio Instagram agar orang-orang tidak tahu siapa suamiku dan tidak mengganggu kehidupan kami. Pun juga ketika upload kehidupan pengasuhan, aku jarang menceritakan peran suamiku di sana karena aku khawatir kena 'ain jika ada orang yang tidak suka dengan cerita tersebut. Namun, kali ini, izinkanlah aku berbagi sedikit cerita tentang cerita kami. Syawal lalu di Jakarta Visiting my campus Visiting other places at Bintaro Aku pernah bertanya pada suamiku tentang sejak kapan dia suka kepadaku. Pertanyaan ini sungguh sangat menggelikan dan tidak penting sebenarnya tapi aku hanya iseng ingin tahu siapa tahu jawabannya mengejutkan. Dan ternyata memang mengejutkan, dia suka kepadaku sejak jaman sekolah. Jaman ketika pacaran tidak terlintas di pikiranku karena aku sibuk belajar, ikut lomba, dan mengur...

Ketika Sifat Melupakan Kesalahan Pihak Lain Terus Ditantang

Image
Bismillahirrahmanirrahim Sebagai orang dewasa, tidakkah kita menyadari bahwa interaksi di antara manusia adalah ujian? Betapa banyak gesekan, beda pandangan, konflik harian yang terjadi dengan orang-orang di sekitar kita. Entah dari hal sepele sampai hal besar sekalipun. Entah disengaja maupun tidak. Kita tidak akan bisa terhindar dari gesekan-gesekan ini karena Allah pun telah berfirman  وَجَعَلۡنَا بَعۡضَكُمۡ لِبَعۡضٍ فِتۡنَةً  ؕ اَتَصۡبِرُوۡنَ​ۚ "Dan Kami jadikan sebagian kamu menjadi ujian bagi sebagian yang lain, maukah kamu bersabar?" Dan hal yang bagiku akan membuat mudah bersabar adalah dengan taghaful . Iya, taghaful. Melupakan kesalahan orang lain. Bermain ke gunung Aku tahu, ketika kita berkonflik, ingin sekali rasanya menjelaskan ini dan itu bahwa kita tidak bersalah. Ingin sekali rasanya orang lain minta maaf karena mereka begini dan begitu. Namun, semakin hati menuntut harus demikian dan demikian, semakin sakitlah jiwa ini. Semakin sesak dan sempit karena perk...

Ketika Hati Kita Berselisih

Image
Bismillahirrahmanirrahim Hati manusia itu unik karena sejatinya senantiasa berbolak-balik. Hubungan manusia pun demikian karena relasi di antara manusia tak lepas dari adanya perasaan. Yang hari ini menjadi teman, bisa jadi esok menjadi lawan. Yang hari ini menjadi lawan, bisa jadi esok menjadi teman.  Di akhir usia 20an tahun ini, aku menyadari bahwa hubungan pertemanan adalah hubungan yang begitu kompleks. Jika dulu kita cocok dengan seseorang, bisa jadi hari ini tidak.  Bukan karena kita membencinya, tetapi karena fase hidup kita yang tak lagi sama. Tak bisa dipungkiri, kita akan merasa nyaman untuk dekat dengen seseorang yang mengalami fase hidup yang sama dengan kita.  Kalau lah irisan kehidupan kita dengan mereka tak lagi ada di jalur yang serupa, bukan berarti kita tak lagi menyukainya. Kita hanya berbeda urusan. Kita berbeda prioritas. Otomatis obrolan kita pun tak lagi selaras. Kita akan beririsan dengan orang lain yang mengalami hal yang sama dengan kita hari i...

Pelajaran Hidup dari Bintaro

Image
Bismillahirrahmanirrahim Perjalanan ke Jakarta kali ini benar-benar di luar ekspektasi. Sebelumnya tak pernah aku menyangka akan ke Jakarta tahun ini. Pun juga tak pernah menyangka bahwa akan selama ini. Bagaimanapun, walau aku telah berubah, walau aku bukan Rahma yang dulu yang sangat ingin tinggal di Bintaro, aku tetap cinta Jakarta dan sekitarnya. Jakarta dan sekitarnya tetap menjadi rumah keduaku. Rumah yang membuat aku bertemu orang-orang yang aku sayangi. Di antara orang yang aku sayangi adalah Ammah Intan. Beliau adalah teman belajar Bahasa Arabku di Takhassus Al Barkah Bintaro dulu. Beliau kini telah berusia 40an tahun. Ke Jakarta tak lengkap rasanya jika belum ke rumah beliau. Karena beliau punya begitu banyak jasa dalam hidupku. Kampus siapa ini? Dengan izin Allah, melalui beliau aku mendapat beasiswa dari seorang muhsinin hingga akhirnya lulus dari Takhassus Al Barkah Bintaro. Dengan izin Allah, beliau lah yang membantu proses ta'arufku dengan beberapa orang. Dengan izin...

Berteman dengan Yang Lebih Tua: Belajar tentang Anak

Image
Bismillahirrahmanirrahim Aku pernah mendengar perkataan seseorang yang menyarankan kita berkumpul dengan orang-orang yang 10 tahun lebih tua dari kita. Mengapa? Untuk curi start . Kita mengambil langkah awal untuk memahami apa saja yang terjadi di usia itu untuk mempersiapkan diri kita saat ini. Bukankah kita 10 tahun lagi tak lepas dari keputusan yang kita ambil hari ini? Bukankah kita 10 tahun lagi juga tak lepas dari apa yang sudah kita perjuangkan hari ini? --- Entahlah, aku merasa nasihat ini relate sekali. Setelah lepas dari dunia abdi negara, Alhamdulillah aku punya banyak kesempatan untuk berteman dengan berbagai kalangan. Termasuk mereka yang jauh lebih tua dari aku. Dari mereka aku belajar banyak hal. Terima kasih Mbak, Mas, telah membersamai kami tumbuh --- Aku dan suami berteman dengan pasangan suami istri yang kini telah punya 6 orang anak. Anak pertama mereka berusia 12 tahun. Usia kami terpaut kurang lebih 10 tahun. Dari pasangan ini, kami belajar banyak hal tentang ...

Ojo Cepet-cepet

Image
Bismillahirrahmanirrahim Beberapa tahun yg lalu, ketika menghadiri pernikahan Ian dan Ovi, ada salah satu teman SMA ku nyeletuk kurang lebih begini, "Sing nggenah rek, ojo cepet-cepet talah"   (Yang bener aja, jangan cepet-cepet dong) Pernyataan ini ia lontarkan karena saat itu Ovi sudah melangkah ke jenjang pernikahan. Terlebih, ada salah satu teman kami yang sudah hamil anak kedua. Padahal saat itu usia kami baru 20-an awal. Ia merasa progres teman kami ini cepat sekali. Sedangkan kami kala itu baru saja lulus kuliah dan baru mulai 'menata' hidup. Hmm...mungkin kurang tepat jika aku menggunakan kata 'kami' karena pada kenyataannya saat itu aku merasa harus segera menikah. Bisa dikatakan aku tidak sependapat dengannya dalam masalah 'jangan cepat-cepat dong' karena menurutku prioritasku setelah lulus kuliah adalah segera menikah. Memangnya apa yang menghalangi aku untuk tidak segera menikah? Pikirku saat itu. Pohon-pohon itu tumbuh tanpa saling iri --...