Posts

Membangun Usaha Sekaligus S2

Image
Bismillahirrahmanirrahim Helo everyone! Lama tak menulis di sini. Setelah sekian banyak episode yang Allah takdirkan dalam hidup, rasanya ingin menepi sebentar ke sini untuk menceritakan apa yang ada di kepala agar bisa dibaca lagi suatu hari nanti. So, here we go! Di rumah salah satu customer kala itu Update terbaru dari kehidupanku adalah: Satu, aku tetap jualan emas. Dua, aku daftar S2. What? Se-tiba-tiba itu ada dua agenda besar sekaligus dalam hidup? Bentar, akan aku ceritakan satu per satu. Tidak selalu mudah mempertahankan idealisme Ada hati yang sangat terhibur mendengar nasihat ini Tahun ini adalah tahun kelima aku resign. Tahun kelima aku melepas identitas sebagai pegawai Kementerian Keuangan. Tahun kelima aku melepas segala prestis dan status sosial yang diimpikan banyak orang itu. Jujur, ada masa-masa tidak mudah yang aku alami yang membuat aku berpikir, "Senekat itu aku resign?" Perasaan ini muncul ketika setan sudah bermain dan membuat aku merasa tidak berdaya ...

Resign untuk Ketiga Kalinya

Image
Bismillahirrahmanirrahim Aku bukan menyerah, tetapi aku tahu kapan waktu yang tepat untuk berhenti. --- Hello everyone! This is my very first post in 2026. Pasti kalian nyariin aku kan? Kemana aja aku selama ini kok ga nulis blog lagi. Dan ya, jawabannya adalah... Karena aku sedang berproses mengambil hikmah dari kejadian yang terjadi. Hah? Maksudnya? Baik, baca pelan-pelan biar paham maksudku ya! Anakku yang ikut berjuang sejauh ini Sudah sejak lama aku dan suami ingin punya usaha. Kami berpikir bahwa uang yang ada baiknya diputar untuk usaha agak peredarannya juga kembali ke masyarakat. Pernah terpikir untuk usaha telur karena kami menemukan penjual telur yang murah, tetapi hal tersebut belum terealisasi karena khawatir dengan risikonya. Kami masih mencari dan mencari usaha apa yang cocok untuk kami. Sampai pada akhirnya ada sebuah momen ketika Allah membukakan kesempatan untuk menjual emas batangan. Berawal dari satu pembeli, lanjut aku iklankan di WA dan Instagram dan ternyata ban...

Parenting di Era Digital: Mengelola HP & Game Tanpa Drama

Image
Bismillahirrahmanirrahim Hello everyone! Kemarin aku dan Hafshah ikut acara menarik yang diselenggarakan oleh Conversa. Acara ini offline sehingga kami duduk bersama dengan ibu dan anak lainnya. Ingin menuliskannya di sini agar bisa aku baca lagi suatu hari nanti.  Jadi catatan ini adalah materi yang disampaikan kemarin yang bercampur dengan insight yang aku dapat di kelas lain atau pendapatku pribadi. So, here we go! Tiba-tiba naik sendiri di depan Mendampingi anak dengan tepat Anak kita lahir di era teknologi. Layar adalah hal yang biasa bagi mereka. Tidak seperti ketika kita lahir yang belum terpapar layar, anak kita melihat orang sekelilingnya menghadap layar setiap hari. Tidak memaparkan anak sama sekali ke teknologi adalah hal yang bahaya karena cara kerja dunia ini saat ini tidak akan lepas dari teknologi. Sebenarnya hal ini sejalan dengan pendapat banyak pihak seperti Ustadz Abdul Khaliq hafidzahullah . Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa jika tidak dipaparkan sama s...

Cerita Penyapihan Hari Kelima dan Keenam: Final Chapter

Image
Bismillahirrahmanirrahim Nampaknya susu etawa yang aku ceritakan di  postingan sebelumnya  adalah salah satu solusi dari murungnya Hafshah di hari-hari penyapihan ini. Di hari kelima, dia bangun dan antusias minta minum susu tersebut. Sejenak bisa bernafas lega karena kami seperti mendapat solusi yang semoga setelah ini masa-masa krisis ini berakhir. Namun, ternyata ujian ini belum selesai. Hafshah kembali panas badannya seperti di hari pertama penyapihan. Tidak sepanas kala itu tetapi dari tanda-tandanya dia memang sakit. Di hari sebelumnya dia memang batuk-batuk, dan hari ini tubuhnya hangat serta hidungnya mulai mbeler. Hari sebelumnya sudah aku beri wedang jahe, tetapi qadarullah sepertinya gejala lain malah muncul. Bawa bekal biar hemat I just wonder, what made her sick? Is it the milk? Or what? Lagi-lagi aku mengandalkan insting di saat seperti ini. Aku rasa penyebabnya bukan susu etawa, tetapi kombinasi dari singkong goreng milik ibuku yang dia makan karena dia marah-m...

Cerita Penyapihan Hari Keempat: Pertahanan Emosi Jebol Juga

Image
Bismillahirrahmanirrahim No one has written a manual book about weaning. No one said that this would be very hard emotionally. And yet, nurturing children seems to be that easy according to society. There is no trophy for a struggling mother. Because being only a mother is not that prestigious in the eyes of the capitalism era. Hujan lebat kala itu Tidak ada orang tua yang sempurna. Itulah kenyataan yang terjadi. Dan sebagai orang tua, faktanya kita tidak bisa selalu stabil secara emosi untuk menghadapi dinamika pengasuhan ini. Ada kalanya kita bisa sabar, menerima, menjalani dengan ridha, tetapi ada pula saat kondisi kita sedang tidak baik-baik saja sehingga respon kita pun sebaliknya. Iya, kita cuma manusia biasa. Yang bisa marah, lelah, dan kecewa. Manusia yang tidak selalu bisa mempertahankan emosinya. Dan inilah yang terjadi di hari keempat. Ketika pertahanan emosiku akhirnya jebol juga. Rindu Hafshah yang ceria Sejak pagi Hafshah melihatku dengan cemberut dan tatapan murung. Aku...

Cerita Penyapihan Hari Ketiga: Mengakui Kesalahan sebagai Orang Tua

Image
Bismillahirrahmanirrahim Tidak dipahami itu tidak enak. Apalagi tidak dipahami oleh pihak yang kita harap dia bisa memahami kita. Orang tua misalnya. Ketika usia 25 tahun, aku pernah menangis karena merasa disudutkan oleh orang tuaku. Aku akui bahwa salah satu sifat burukku adalah sensitif. Mudah ngambek atau tersinggung. Dan kala itu, yang aku tahu orang tuaku tidak suka sifatku itu.  Namun, yang membuat aku sedih adalah aku merasa disudutkan bahwasanya sifat tersebut ya tanggung jawabku seorang diri dan tidak ada campur tangan pola asuh yang membuat aku bersifat demikian. Padahal, kalau aku bisa berkata jujur di depan orang tuaku, aku kala itu ingin mengatakan bahwa sifat burukku juga disebabkan pola asuh. Bagaimana aku dibesarkan dan keadaan sekeliling tentu ikut berkontribusi terhadap sifat yang aku bawa hingga dewasa. Bukan berarti aku ingin menyalahkan orang tuaku. Namun, aku kala itu hanya ingin dipahami untuk jangan menyalahkan aku seorang diri. Aku ingin orang tuaku mengak...