Ruang Aman bagi Emosi Hafshah
Bismillahirrahmanirrahim Hai blog! Sudah menjelang pukul 12 malam di sini dan aku tidak bisa tidur. Akhir-akhir ini aku sedang mengalami fase yang begitu rumit di pikiranku sehingga aku ingin menumpahkan sebagiannya ke sini. Kalau kamu ingat, aku pernah cerita bahwa aku pernah menangis di hadapan suamiku karena merasa tidak menjadi apa-apa yang pernah aku ceritakan di sini , di satu sisi aku memang sedih karena jalan cerita hidupku belum seperti yang aku inginkan, tetapi di sisi lain aku bangga karena aku bisa mengenali emosiku, membahas traumaku, dan tidak menghakimi perasaan yang muncul dari kejadian yang aku alami. Ibu dan Hafshah Pagi ini pun aku sedang mengalami duka yang sama. Kembali teringat bahwa aku belum bisa S2 LN seperti yang aku inginkan padahal aku punya potenisnya. Kembali menangis ketika menyadari bahwa aku saatini bukan siapa-siapa dibanding teman-temanku yang lain. Namun, aku harus bersyukur punya suami yang mau mendengar ap ayang aku rasakan dan memberi ruang ...