Mengajari Anak Balita Gosok Gigi

Bismillahirrahmanirrahim

Jadi, gara-gara belajar holistik, aku jadi sangat menghindari produk pabrikan. Ga hanya makanan tetapi juga produk perawatan tubuh. Sejak 3 tahun yang lalu, kami ga beli sabun karena bikin sabun sendiri. Masalahnya adalah: bagaimana dengan pasta gigi? Apakah kami harus bikin sendiri juga?


Hafshah ketika pertama kali tumbuh gigi di usia 5.5 bulan


Cukup lama kami menemukan jawaban dari masalah ini. Sampai pada akhirnya kami masuk ke fase harus mengenalkan Hafshah gosok gigi karena sudah saatnya. Jadi, sebenarnya saat Hafshah mulai tumbuh gigi, aku sangat jarang menyikat giginya dengan detail. Aku hanya menggunakan sikat dari silikon yang dipasnag di jari untuk membersihkan sekedarnya saja. Mengapa demikian? Karena setelah belajar, aku yakin tanpa dibersihkan secara detail pun giginya akan bersih karena makananya yang biidznillah terjaga.

Namun, karena semakin besar dia juga kenal makanan lain selain real food dan terkadnag kami tidak berhasil membendungnya, sudah saatnya dia dikenalkan sikat gigi.

Pada awalnya, dia sangat tidak nyaman dengan hal ini. Disuruh membuka mulut, dia tidak mau. Disuruh menirukan orang gosok gigi, dia tidak mau juga. Dibelikan gosok gigi anak-anak yang lucu, dia tidak mau menyentuhnya. 

Seperti ini sikat gigi pertama dia. Sikat gigi step 1. Ada bolongan di tengah biar bayi bisa pegang sendiri

Jujur, agak deg-degan karena anak temanku yang lebih kecil sudah biasa gosok gigi sendiri. Aku jadi merasa bersalah karena tidak mengenalkan dia gosok gigi dari jauh-jauh hari dan khawatir jika sampai besar dia tidak mau gosok gigi.

Namun, ternyata aku salah. Alhamdulillah, kami menemukan cara untuk membuat dia mau membuka mulut dan rajin sikat gigi, yaitu:

Satu, beli sikat gigi yang sesuai

Sepertinya anak seusia Hafshah lebih cocok pakai sikat gigi step 2. Gambarnya seperti ini

Ada sayapnya

Karena Hafshah sudah cukup besar (sekitar usia 2 tahun), sikat gigi step 2 ini lebih cocok untuk dia pegang. Kalau step 1 ada lubang di tengah, step 2 ini ada syap di kanan dan kiri. Bagi yang tidak tahu sayap itu untuk apa, itu agar anak tidak kebablasan memasukkan sikat gigi ke mulut lebih dalam. Jadi ada batas yang bisa dia masukkan ke mulut seperti ini:


Lihat sayapnya. Sayapnya itu kan membuat sikat giginya tidak mungkin masuk ke dalam mulut semua. Ini berfungsi biar anak ga ketelen sikat gigi karena mungkin di usia ini mereka belum punya kontrol yang bagus.


Jadi step satu ini cukup oke untuk membuat dia mau sedikit buka mulut. Targetnya bikin dia nyaman dengan sikat gigi dulu, ga muluk-muluk agar dia rutin sikat gigi.

Dua, membacakan buku yang relate

Lihat! Detail langlahnya pun diajarkan

Sejak sekitar dua bulan yang lalu, dari buku ini, biidznillah dia mau gosok gigi dengan detail. Buku ini bercerita tentang seorang anak yang makan biskuit lalu giginya banyak kotoran/kumannya. Karena Hafshah merasa relate dan aku juga mengatakan "Hafshah, coba lihat itu giginya ada kumannya" setelah dia makan jajan, dia jadi mau membuka mulut.

Dia bahkan mencoba menggosok sendiri dengan menirukan langkah-langkah yang diajarkan di buku ini.

Tiga, menggunakan siwak



Sebenarnya ini khusus bagi kami yang tidak ingin menggunakan produk pabrikan sih. Jadi siwak ini berfungsi seperti sikat gigi juga sebenarnya, tetapi di dalamnya ada zat-zat yang bermanfaat untuk kebersihan gigi. Jadi istilahnya, dia itu sikat gigi iya, pasta gigi juga iya. Biasanya kami menggunakan siwak setelah selesai menggosok menggunakan sikat gigi.

Masyaa Allah, bagus kan giginya Hafshah?


Hadza min Fadhli Rabbi. Jujur aku bangga banget karena Hafshah ga gigis

Nah sebenarnya nih, dari kelas yang aku ikuti, yang paling berpengaruh pada kondisi gigi dan mulut itu makanan gaes. Jadi, mau dibersihin kayak gimana juga kalau makanannya ga bener, ya giginya lebih berisiko.

Buktinya apa? Orang zaman dulu ga sesering kita lho sikatannya, tapi gigi mereka lebih bersih dan lebih kuat dari kita. Cek aja foto dan sejarah orang zaman dulu. Pasti kondisi gigi dan mulutnya lebih oke dari kebanyakan kita hari ini.

Sebagaimana kita tahu bahwa vitamin C itu bermanfaat untuk kesehatan gigi, fun fact nya adalah: vitamin C bukan cuma di buah jeruk, tapi juga di dalam protein. Jujur, ini menjawab pertanyaanku selama ini sih. Dulu kan aku punya kucing dan kucingku itu giginya putih walaupun ga pernah sikatan.

Aku tu bingung kenapa bisa kayak gitu padahal kita kalau ga sikatan pasti kuning. Ternyata oh ternyata, di dalam daging-dagingan itu menyimpan vitamin C yang bagus untuk kesehatan gigi dan mulut. Bandingin aja hewan herbivoran dan karnivora, giginya lebih putih karnivora lho!

Sapi sama kambing kondisinya kek mana udah pada tahu kan? Ya karena mereka kan herbivora yang ga ada asupan daging-dagingan.

Oh iya, jangan lupa konsumsi probiotik alami juga kayak sauerkreut dll. Ya karena lagi-lagi, kalau bakteri baik mendominasi, bakteri oportunis akan lebih terkendali.

English book for Hafshah. Keduanya bagus tapi hati-hati sama yang kanan karena ada musiknya. Tadinya beliin soundbook biar dia terpapar English, tapi kami kurang teliti sehingga ada bagian yang ada musiknya.


Sebenernya kalau aku rangkum, cara menjaga kebersihan gigi dan mulut itu cukup simpel, yaitu:
1. Makan yang bener (mengindari produk pabrikan)
2. Konsumsi yang mengandung vitamin C & probiotik alami
3. Sikatan pakai siwak

Di antara tanda kesehatan gigi dan mulut sedang bermasalah adalah kalau gusinya gampang berdarah. Nah, aku tuh sejak hamil, gusiku gampang berdarah. Kalau bumil kan emang ada fase apa gitu ya yang bikin gusinya menipis dan gampang berdarah. Habis lahiran masih sering berdarah dan sempet sangat membaik saat aku nerapin GAPS sih, tapi sekarang balik gampang berdarah lagi walaupun ga separah dulu. Tapi menurutku gampang berdarahnya sekarang itu make sense karena aku belum sejago itu lagi buat jaga makanan. Paling yang bisa aku usahakan saat ini yang poin kedua dan ketiga.

Buat rangkuman kelas kesehatan gigi dan mulut, bisa diakses di sini ya

---

Selesai ditulis di keheningan pagi
17 Agustus 2026
30 Safar 1448H






Comments

Popular posts from this blog

Resign untuk Kedua Kalinya

Supporting My Other Half

Persiapan Penyapihan: Perjalanan Mencari Perosotan

Why Do You Hate The School System?

Cerita Penyapihan Hari Pertama dan Kedua: Hafshah yang Kecewa