Toilet Training: Pengaruh Buku Bacaan
Bismillahirrahmanirrahim
Halo, kembali lagi di edisi Toilet Training. Jadi, setelah sebelumnya Hafshah bisa mengatakan "Hafshah mau pup" di tanggal 20 Juni 2026 sebagaimana telah aku ceritakan di sini, kali ini aku ingin bercerita tentang hal lain yang kami usahakan untuk proses toilet training ini.
Saat tulisan ini aku buat, Alhamdulillah semua rekaman kelas sudah aku dengarkan dan ternyata toilter training itu memang sekompleks itu. Aku jadi paham bahwa memang alur yang benar adalah anak disapih dulu baru kemudian toilter training.
Mengapa?
Karena dalam proses penyapihan anak akan belajar bahwa dirinya beda individu dengan ibunya yang kemudian dia belajar punya otonomi. Toilet training mau tidak mau membutuhkan kesadaran anak bahwa dirinya kebelet. Kesadaran inilah yang butuh dibangun agar anak bisa memahami apa yang terjadi di dirinya dan kemudian mengkomunikasikan ke orang tuanya agar membawanya ke kamar mandi.
| Hafshah tidur di gendongan Panas + bayar hutang puasa + jalan + lanjut naik bis + lanjut jalan lagi + gendong Hafshah = Boleh kan bangga ke diri sendiri |
Jadi proses toilet training yang mindful itu bukan perkara kita menecek popok anak tiap dua jam lalu kita ajak ke kamar mandi. Secara perintah dan behavioral mungkin akan bisa diajak demikian, tetapi secara kesadaran, apabila prosesnya tidak mindful, bisa jadi anak akan mengompol ketika sedang tidak bersama kita yang siang siaga membawanya ke kamar mandi karena dia tidak terbiasa membangun kesadaran kebeletnya.
Selain itu, berbagai macam gerak untuk integrasi reflek juga berpengaruh. Gerakan mengayuh sepeda atau menggunakan balance bike membantu anak untuk bisa merasakan sensasi kebelet itu. Gerakan lain semisal merangkak dan menggunakan gymball pun juga berpengaruh. Intinya, dalam proses tumbuh kembang anak, jangan biarkan mereka mager, mereka harus bergerak.
Ohiya, postur tubuh anak juga perlu diperhatikan. Jangan biarkan anak yang belum bisa duduk dengan baik untuk lesehan karena nanti berisiko akan duduk W dan membuat mereka terhambat toilet trainingnya.
| Berusaha membiasakan Hafshah duduk di kursi lagi. Ini pakai kursi MPASI jaman bayi dulu. Hafshah bawa buku dari eyang |
Baiklah, cukup spill isi kelasnya, nanti kalau aku tulis semua kasihan pematerinya dong orang untuk mengakses kelas itu harusnya bayar hehe.
Usaha lain yang kami lakukan dalam proses toilet training ini adalah membacakan buku berkaitan dengan pup/pipis. Karena aku belum menemukan buku yang cocok, rasanya meminjam buku adalah opsi terbaik untuk saat ini. Di Balai Pemuda ada perpustakaan kota yang sepertinya memiliki buku-buku seperti itu.
Terlebih, Hafshah ingin naik bis suroboyo. Cocok sekali karena bis tersebut bisa membawa kami ke Balai Pemuda yang jaraknnya lumayan jauh. Footage perjalanan kami bisa disimak di video berikut ini:
Perjalanan naik bis ini adalah kali pertama untuk Hafshah. Sampai di sana ternyata sudah Dhuhur sehingga kami ke masjid dulu. Lalu Hafshah lapar sehingga kami beli makan dulu. Alhamdulillah sedang ada pameran di Balai Pemuda sehingga aku bisa membeli Jasuke request tanpa susu kental manis untuk Hafshah.
Aku jadi teringat momen jalan-jalan dengan ibuku. Dulu ibuku yang membelikan makan untukku ketika jalan-jalan dan ternyata sekarang aku melakukan hal yang sama. Aku membelikan anakku tetapi tidak membeli untuk diriku sendiri.
Masuk ke perpustakaan kami langsung menuju lokasi buku anak. Aku segera ke rak buku boardbook untuk mencari buku yang sesuai dan ternyata tidak ada. Aku cari lagi ke box tempat pengembalian buku dan tidak ada yang sesuai keinginan. Adanya buku tentang mandi dan gosok gigi.
Sampai akhirnya, ketika sudah lelah dan Hafshah mulai ngantuk, Alhamdulillah mataku menuju ke salah satu rak buku dan menemukan buku yang kami inginkan di sana.
Kami membaca kedua buku itu sebentar lalu pulang dengan meminjam buku tersebut. Sesampainya di rumah, Hafshah minta dibacakan buku itu berulang kali bahkan ketika mau tidur sekalipun.
Sampai akhirnya dia bisa memahami lembar demi lembar kedua buku itu. Dia jadi paham bahwa pup itu di kamar mandi. Dia juga paham bahwa setelah pup nanti bisa main lagi. Dia jadi mengerti bahwa tidak pipis sebelum tidur berakibat ngompol.
Ternyata, sounding paling ampuh untuk Hasfahah adalah lewat buku.
Tidak apa-apa, pelan-pelan saja. Tidak sedang berlomba dengan siapapun.
| Bukan cara duduk yang ideal tetapi aku izinkan karena sudah malam dan lelah, pun juga cuma sebentar Tiba-tiba ingin ikut masak |
That's all.
Cerita ini aku tulis sebagai pengingat bahwa proses ini pernah kami lalui. Agar ketika dibaca suatu hari nanti, aku mengerti bahwa aku pernah begitu memperjuangkan setiap proses tumbuh kembang Hafshah dengan segala upaya dan kapasitas yang aku mampu.
Selesai ditulis setelah kelas terakhir ABY
10 Muharram 1448H
Comments
Post a Comment