Ketika Kamu Tidak Punya Uang Tetapi Allah Menolongmu

Bismillahirrahmanirrahim

Hai, postingan ini aku tulis pukul 23.00 WIB di Kereta Kertajaya. Kereta yang membawaku dan keluargaku ke Jakarta.

What? Jakarta?
Mengapa tiba-tiba sekali?

Jujur aku juga bingung. Rencana ke Jakarta ini sangat mendadak. Kemarin malam aku mendapat WA yang membuat aku kaget. Ada acara yang aku nantikan jawabannya hari Jum'at, 21 Agustus 2026 di Jakarta Selatan.

Apa? Jakarta Selatan? Haruskah aku ke Jakarta? Apakah Lopi mau diajak ke Jakarta di hari kerja? Bisakah ini diwakilkan saja? Biaya ke Jakarta juga ga murah lho.

Dua buku Hafshah yang kami bawa di perjalanan sebagai pengingat bagi kami


Namun, setelah aku renungkan dalam waktu beberapa jam (karena kalau beneran mau ke Jakarta harus bilang ke Lopi pagi ini), aku memutuskan ingin berangkat karena siapa tahu inilah salah satu jawaban dari doa yang sering aku panjatkan.

Walau sulit dan dana sangat tipis karena baru saja membayar uang semester depan untuk kuliah IOU, aku mengingat betapa banyak pertolongan Allah pada kami setelah kami mengambil keputusan ekstrim 3 tahun yang lalu.

Jualan is a must



Iya, momen ini mirip dengan momen 3 tahun yang lalu. Sebuah undangan yang dilaksanakan di Jakarta. Dalam kondisi keuangan menipis tetapi berusaha tetap hadir dengan alasan yang sama: siapa tahu ini adalah jawaban dari doa yang sering aku panjatkan.

Kala itu aku hanya berdua dengan Lopi. Naik bis hingga Lopi kedinginan dan dia sakit sesampainya di Jakarta. Tadinya aku berharap dia bisa menyimak maksimal, tetapi dia malah disibukkan ke toilet karena muntah-muntah.

Sedih? Tentu ada rasa sedih kala itu karena biaya untuk ke Jakarta juga tidak murah. Namun, aku bersyukur sudah sampai sana karena tidak semua orang mendapat kesempatan berharga tersebut.

Klik di sini untuk nostalgia.

Baca buku biar ga tertarik HP


Long story short, mungkin keputusan besar itu membawaku pada banyak sekali pertolongan Allah dalam hidup kami. Siapa sangka, ternyata kala itu aku hamil, tapi aku tidak menyadarinya.

Iya, aku hamil. Aku yang infertil sejak masa belasan tahun ternyata bisa hami alami atas izin Allah.

Tak berhenti di situ, Allah buka jalan rezeki bagi kami lewat Lopi yang direkrut di tempat kerjanya saat ini. Dia bahkan tidak melamar pekerjaan, dia yang ditawari.

Lalu Allah juga beri petunjuk pada kami terkait kehamilan, lahiran normal, MPASI GAPS, dll dsb yang biidznillah membuat kami lebih mudah merawat anak kami. Alhamdulillah karena hal tsb Hafshah jarang sakit dan pertumbuhannya cukup baik.

Bukan kampusku, tetapi tempat ini punya kenangan tersendiri bersama teman-teman di dalamnya 


Lalu Allah juga beri aku petunjuk untuk menyelenggarakan webinar yang Alhamdulillah itu bisa menjadi pemasukan. Dari satu webinar ke webinar lain, Alhamdulillah uangnya bisa ditabung dan kami gunakan untuk hal yang ingin kami wujudkan.

Aku tidak pernah menyangka bahwa Allah akan memberiku petunjuk untuk menghitung dana persiapan haji yang mana menurutku itu adalah webinar dengan konten yang sangat berbobot karena aku teliti terlebih dahulu.

Lalu Allah juga memberi petunjuk kepada kami kontrakan kami saat ini yang ternyata bukan hanya cocok dari segi ukuran, lokasi, dan harga, tetapi juga hal ini membawa kami pada fase berikutnya yang tidak pernah kami sangka: jualan emas.

Momen jarang-jarang 


Iya, inilah cikal bakal kami menjadi seller emas. Tidak langsung sak dek sak nyet memang karena berawal dari kami yang menjualkan barang orang lalu lambat laun kami terpikir untuk mencoba berdiri sendiri.

Kalau bukan karena pertolongan Allah, aku tidak akan bisa menyelenggaran webinar menabung emas kala itu yang pesertanya mencapai 700++

Dan kalau bukan karena pertolongan Allah, bisnis ini tidak akan berjalan dan tidak memberiku banyak pelajaran berharga. Coba cek postingan berikut ini

Pilihan customer: tema Kemerdekaan 🇮🇩 


Setiap memulai hari, aku berdoa kepada Allah, "Ya Allah, tolong lembutkan hati hamba-hambaMu untuk mau bertransaksi denganku."

Ada kalanya dalam satu hari tidak ada transaksi sama sekali, tetapi ada juga kalanya ketika dalam sehari biidznillah bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang lumayan.

Sebut saja tanggal 18 Agustus 2026 yang lalu. Saat aku ingin sekali punya stok UBS lengkap. Aku tahu itu akan sulit terwujud jika tidak ada orang yang membeli beberapa Antamku secara bersamaan.

Namun, Alhamdulillah, hal yang tadinya mustahil ini ternyata Allah ijabah di hari itu. Bu Anna membeli 10gr dan Mba Emma membeli 1gr, 2gr, dan 5gr. Benar-benar cocok dan persis seperti yang aku inginkan 😭

Dalam kondisi sakit tetep ngikutin keinginan Hafshah ke sini lanjut COD kesana kemari



Lalu, keesokan harinya, 19 Agustus 2026, ketika undangan itu datang, siapa yang menyangka bahwa di hari itu, sebelum aku menerima undangan itu, Allah mudahkan aku kerjasama buyback sejumlah 28gr Antam 😭😭

Dan biidznillah, hari ini, 20 Agustus 2026, Allah gerakkan lagi hati seorang hamba untuk buyback. Padahal tadinya beberapa hari yang lalu dia tidak mau.

Sebagian hasil buyback ini Alhamdulillah menjadi bekal perjalanan ke Jakarta. Padahal tadinya uangnya hanya cukup untuk berangkat saja, tidak ada dana cash untuk pulang.

Benar-benar di detik-detik terakhir berangkat dana 1.1jt itu cair biidznillah.

Tangan suamiku, kalau tanganku pasti tak tutup kerudung. Alhamdulillah inilah cikal bakal bekal perjalanan kami 🤎


Alhamdulillah 🌧️🌧️


Demikianlah kisah ini aku tulis untuk aku memang kembali di esok hari. Bahwasannya Allah pasti menolongmu dan memberi hal yang kamu butuhkan.

Ketika menurut Allah kamu butuh ke Jakarta padahal dananya tidak ada, maka Allah akan bukakan jalannya hingga dananya ada.

Demikian pula untuk hal lain yang menurutmu mustahil saat ini. Jika menurut Allah kamu butuh hal itu, kamu pasti akan dimampukan.

Jangan lelah menyebut hal yang kamu inginkan dalam doa. Jangan berputus asa dari Rahmat Allah. Walau terasa jauh, terasa mustahil, terasa tidak mungkin terwujud.

Karena siapa yang jujur kepada Allah, Allah pasti kabulkan cita-citanya.

إن تصدق الله، يصدق

---

Selesai ditulis di perjalanan menuju Jakarta 
7 Rabi'ul Awwal 1448H

ربنا تقبل مما 🤲🏼

Comments

Popular posts from this blog

Resign untuk Kedua Kalinya

Supporting My Other Half

Persiapan Penyapihan: Perjalanan Mencari Perosotan

Why Do You Hate The School System?

Cerita Penyapihan Hari Pertama dan Kedua: Hafshah yang Kecewa